Text
Pongkinangolngolan Sinambela gelar Tuanku Rao : teror Agama Islam Mazhab Hambali di tanah Batak 1816-1833
Memperbincangkan sejarah, serasa tidak akan pernah sampai pada puncak kebenaran. Semua serba nisbi, relatif. Sebab, sejarah erat kaitannya dengan serpihan-serpihan kebenaran dan pengetahuan masa lalu, yang supaya bermakna perlu ditata dan ditafsirkan ulang. Jadi, sejarah (hanya) merupakan tafsir. Dan sebuah tafsir bukanlah segumpal kebenaran mutlak. Ia baru upaya untuk mendekati sebuah kebenaran. Itulah mengapa Friederich Nietzsche, filsuf berkebangsaan Jerman, pernah menyatakan, tidak ada fakta dalam masalah kebenaran dan pengetahuan, yang ada hanyalah tafsir. Tampaknya ungkapan itu juga sesuai untuk sejarah. Tuanku Rao adalah sebuah buku yang berupaya menggali dan menafsirkan kembali serpihan-serpihan pengalaman masa lampau itu, terutama yang terkait dengan Perang Paderi. Melalui buku ini, penulis (M.O. Parlindungan), mengajak kita mengunjungi kembali ke masa lalu Tanah Batak secara gamblang, dengan berupaya memahami proses-proses yang terjadi di balik teror kekerasan penyebaran agama Islam Madzhab Hambali di Tanah Batak pada 1816 sampai 1833.
Tidak tersedia versi lain