Pemberontakan DI/TII Sulawesi Selatan dipelopori oleh Kahar Muzakar dengan nama Komando Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS). Konflik terjadi ketika Kahar Muzakar menginginkan KGSS untuk bergabung dengan Angkatan perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) namun ditolak oleh pemerintah pusat.